Ganjil Genap Akan Diterapkan di Jalan Tol Jika Kemacetan Mencapai 5 Kilometer

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi meminta masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota bersiap-siap menghadapi rekayasa lalu-lintas ganjil genap. Skenario ini sewaktu-waktu bisa diberlakukan pada periode Natal dan tahun baru jika antrean kendaraan atau kemacetan sudah mencapai 5 kilometer.

“Ganjil genap ini kalau kemacetannya sudah cukup panjang, 5 kilometer. Itu nanti penilaian situasinya oleh kepolisian di lapangan,” ujar Budi Setiyadi saat dihubungi pada Selasa, 21 November 2021.

Kementerian Perhubungan sebelumnya mengumumkan akan menerapkan skema ganjil-genap untuk membatasi pergerakan masyarakat secara situasional. Skema ganjil genap, menurut Budi Setiyadi, menjadi opsi terakhir jika jumlah kendaraan ke luar Jakarta membludak.

Selain ganjil genap, Kementerian Perhubungan menyiapkan rekayasa lalu-lintas jalan satu arah atau oneway dan contraflow. Dua opsi ini akan lebih dulu diambil sebelum pemerintah memutuskan menerapkan ganjil genap.

“Contraflow akan diterapkan kalau kami melihat ada antrean. Tujuannya untuk melancarkan arus lalu-lintas. Tapi kalau antreannya cukup lama, baru kami terapkan ganjil genap,” tutur Budi Setiyadi.

Budi Setiyadi melanjutkan, Kementerian Perhubungan telah memetakan dua titik yang berpotensi terjadi keramaian pada masa libur Natal dan tahun baru. Kedua titik tersebut ialah Jalan Tol Jakarta dan akses tol menuju Pelabuhan Merak.

“Kalau ke arah Puncak sudah bisa diatasi karena sudah ada peraturan resmi (pembatasan),” ujar Budi Setiyadi.

Survei Balitbang Kementerian Perhubungan menunjukkan sebanyak 7 persen masyarakat di seluruh Indonesia berpotensi melakukan perjalanan. Angka itu setara dengan 11 juta orang. Dari angka itu, 2,8 juta di antaranya berasal dari Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.